aku kepala batu, bisu, membeku..
aku api, membakar dan panas..
ah percuma saja berusaha menyabarkan hati,
orang lain hanya mampu menghakimi, mereka terlalu bodoh untuk mengerti.
aku kepala batu, bisu, membeku..
aku api, membakar dan panas..
ah percuma saja berusaha menyabarkan hati,
orang lain hanya mampu menghakimi, mereka terlalu bodoh untuk mengerti.
Cinta pada akhirnya akan menemukan titik keseimbangannya sendiri. Tidak usah takut. Ketika cinta terlalu berkobar dan akhirnya membakar kita menjadi butiran abu, kebekuan hati akan membalikannya. Saat hati kita kaku, kelu, dan beku, kobaran rasa rindu menggebu. Aku, kamu, kita, suatu hari akan bertemu di titik keseimbangan.
Bahkan di deritaku yang paling pilu, aku sudah kalis. Entah memang sebenarnya aku itu terlalu pilu, atau malah aku sudah memutuskan bahwa rasa pilu itu biasa saja. Bukan perasaan seperti ini yang semestinya ditanggung oleh seorang yang sedang remuk hatinya.
Aku lupa, sejak kapan, beberapa hari lalukah, beberapaa bulan yg lalu kah. Aku lupa. Yang kuingat, aku, kamu, kita pernah mengecilkan kuasa dengan Tuhan, dengan berkoar bahwa jodoh ada di tangan kita sendiri. Dengan semangat api membara, cinta kita, pada awalnya seperti itu, berkobar-kobar. Saking berkorbar dan merah membaranya, sampai membakar murka Tuhan. Dan apa jadinya kini, sentilan Tuhan berkuasa lebih dahsyat dari apa yang kita bayangkan. Kita terkapar, di tengah perjalanan yang belum juga dekat dengan akhir yang kita cari, yaitu hidup bersama.
Tuhan, ini aku, bukan sesiapa di mataMu. Aku yg dicampakkan oleh mimpi dan kesombonganku. Bukan siapa-siapa lagi Tuhan, bahkan dihadapanmu aku debu kecil rentan dan lemah. Ini hidupku Tuhan, apapun yang Kau kehendaki, terjadilah Tuhan. Tidak akan ada omelan2 membantah dalam tiap rapal doaku, aku diam dan tunduk Tuhan. Silahkan perbuat sesukaMu dengan hidupku. Aku menyerah.
Why you, in your once life, should be give up? Are you afraid? Everybody has their own fear, but not all them can overcome their fears. So please, don’t be afraid. I always know that we can be together if, we can face the problems without fears. Love you my dearest. :”)
Tuhan, tunjukkan jalan kemuliaan-Mu itu. entah dengan cara apa. Aku ingin ketika aku sudah menemukan jalan itu, aku ingin menyerahkan hidupku, sepenuhnya untuk-Mu. Karena memang sudah semestinya bahwa seorang ciptaan hidup untuk sang penciptanya. Bahkan tidak seorangpun mampu memenuhi rasa dahaku selain air kehidupan-Mu.
Segala sesuatu yang baik menurut-Mu biarlah itu terjadi di dalam kehidupanku. Meski dengan cara yang paling sadis dan bertumpah air mata, aku siap menanggung semuanya, demi menemukan jalan kemuliaan itu.
| — | Paulo Coelho | The Alchemist (via blogut) |
Di mataku, penjajah paling kejam bukanlah Belanda, bahkan Jepang. Tapi keegoisan orang tua yang menggunakan status “orang tua” hanya untuk mendapat hormat dan kepatuhan mutlak dari anak. Sebut saja aku anak yang tidak tau diuntung, durhaka, dan kurang ajar. Tapi setahuku, tanpa diminta, anak akan menghormati orang tua, jika mereka layak untuk dihormati, anak akan patuh, kepatuhan yang timbul dari rasa hormat, bukan ketakutan, apalagi “ketidakenakan”.